Asosiasi Pedagang Valuta Asing Provinsi Banten

logo pva
LOGO bi

Info Terkini

logo-wonderful-indonesia
bursa efek jakarta

Selamat datang di Web APVA Banten

Sosialisasi Kegitan Usaha Pengiriman Uang

 Kamis, 03 April 2012. 08:30 WIB

Oleh: Delva Roza.

Sosialisasi pelaksanaan Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU) dalam rangka implemtasi UU No 3 Tahun 2011 tentang transfer dana telah berlansung dilaksankan  oleh Perwakilan Bank Indonesia  Serang pada hari Rabu tanggal 02 April 2012 di Hotel Ratu Bidakara Serang Banten.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Serang  Andang Setyobudi. serta didamping oleh kepala Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia.

Dalam Kata Sambutanya Andang Setyabudi menyerukan kepada para pelaku usaha pengiriman uang untuk segera mengajukan perizinan kepada Bank Indonesia, karena banyak sekali manfaat yang bisa di dapat dari para pelaku  usaha pengiriman uang tersebut setelah mendapat izin dari Bank Indonesia, salah satu diantaranya adalah nama perusahaan jasa pengiriman uang atau yang lebih populer di sebut  "Remittance" tersebut akan tercatat dalam lembaran negara dan akan di terbitkan dalam web Bank Indonesia, nah ini  merupakan promosi gratis dan sangat akurat tutur andang setyabudi.

Dalam sosialisasi tersebut juga di bertahu tatacara dan aturan dalam mengajukan izin untuk mendirikan Perseroan Terbatas  yang di terangkan secara luas dan gamblang oleh kementerian Hukum Dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia. Dalam pengajuan atau mendirikan Perusahaan para peluku jasa pengiriman uang dapat mengajukanya melalui kantor Notaris yang masa atau lama proses dari pengajuan nama dan Izin dari Menkumham tersebut  tidak akan lebih dari empat belas hari kerja.

Disamping sosialisasi tentang KUPU Perwakilan Bank Indonesia Serang juga menghadirkan pembicara dari PPATK yang di wakili oleh Nurul Apsari. Disini PPATK sangat konsen dan terus mengingatkan penting dan wajibnya para pelaku usaha untuk tetap melaporkan  yang nama nya transaksi mencurigakan dan transaksi yang melebihi Rp 500.000.000. dalam satu hari, baik dalam bentuk rupiah maupun dalam bentuk valas.

Acara ini di ikuti oleh PVA yang ada di Provinsi Banten dan para pelaku Usaha jasa pengiriman Uang yang ada di daerah sekitar Lebak dan Pandeglang umumnya daerah Banten. juga hadir dalam acara ini Ir. Martha Lira  Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing Provinsi Banten dan Hilman yang menjabat sebagai sekretaris.

 

Mendi, Tukang Bakso Kolektor Uang Kuno

 Suddin Syamsuddin | Glori K. Wadrianto | Senin, 14 Mei 2012 | 09:40 WIB

 

 

Mendi (46), seorang pedagang bakso keliling, warga Samparaja memamerkan koleksi uang kunonya.

PAREPARE, KOMPAS.com - Mendi (46), seorang pedagang bakso keliling, warga Samparaja, Jalan A. Letong, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, tak diduga ternyata mempunyai hobi mengoleksi uang-uang klasik, baik koin maupun uang kertas. 

Hobi Mendi, dilakoni sejak tiga tahun silam, sejak ia masih bekerja sebagai pedagang es keliling. Meski harus berkeliling ke sekolah-sekolah berjualan es, ia tetap menyempatkan diri mampir ke Bank Indonesia Makassar untuk menukar uang rusak. 

Ayah dua orang anak, asal Kelurahan Pelanggu, Kecamatan Trujuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ini mengaku menemukan uang uang klasik tersebut berasal dari warga yang menukarkan uangnya. “Dari warga yang menukar uang, dari sinilah saya menyukai uang–uang, klasik ini,” kata Mendi, saat ditemui dikediamannya. Minggu (13/5/2012) kemarin. 

Mendi, membuatkan binkai khusus, untuk sejumlah koleksi uangnya. Empat buah bingkai yang tergantung pada ruang tamu, rumah kontrakannya itu, terpajang di atas televisi. Ia berdalih, agar kolaksinya itu bisa dilihat saat sedang menonton televisi.

Kini, setiap hari, sebelum melakukan aktivitasnya berjualan bakso, tidak lupa Mendi mengelap kaca bingkai koleksi uang kesayangannya. Terlihat, sejumlah uang klasik, mulai dari uang berjumlah 1 tahun 1915, yang masih betuliskan buatan Belanda (Netherland) di salah satu uang koin miliknya. “Uang 1 cen, buatan Belanda ini, yang paling tua di antara koleksi saya,“ kata Mendi. 

Saking cintanya kepada koleksi puluhan uangnya kuno, Mendi mengaku, walau belum ada yang menawarkan untuk membeli, tidak akan menjual, kepada siapapun dan walau berapapun harganya. “Ini adalah harta berharga yang saya miliki, saya tidak akan menjualnya,” ungkapnya.

Sumber: kompas.com

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 3

Search

logo banten
garuda indonesia
indonesianmap
You are here: Home